Yogyakarta – Sepeda motor telah dilengkapi dengan fitur speedometer dengan petunjuk serta indikator yang menjadi penanda kondisi komponen dan mesin. Oleh karena itu, pengendara wajib mengetahui arti dari setiap indikator-indikator tersebut, salah satunya adalah indikator temperatur mesin yang berfungsi untuk menghadirkan informasi mengenai temperatur mesin sepeda motor.
Indikator ini berbentuk termometer yang terendam sebagian di dalam air. Jika temperatur pada mesin sudah melebihi batas temperatur kerja ideal, atau biasa dikenal dengan istilah overheat, maka lampu indikator akan menyala berwarna merah. Jika pengendara sepeda motor menemukan kondisi tersebut, segera lakukan penanganan dengan tepat agar temperatur mesin kembali normal.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan tersebut, Astra Motor Yogyakarta ingin berbagi pengetahuan mengenai penyebab dan cara tepat menangani mesin sepeda motor yang overheat melalui info dan tips Ala Honda Istimewa. Penyebab kondisi overheat pada mesin sepeda motor adalah sebagai berikut :
1. Cairan pendingin (coolant) habis; jika cairan pendingin habis atau kurang dari standar, hal tersebut akan menyebabkan sistem pendinginan mesin tidak dapat bekerja secara ideal.
2. Kipas radiator mati; kipas radiator berfungsi untuk mendinginkan cairan pendingin (coolant) mesin. Sehingga cairan yang dialirkan ke mesin dapat menjaga temperatur kerja mesin ideal. Kipas radiator yang mati akan menyebabkan cairan pendingin menjadi lebih cepat panas dan tidak bekerja secara optimal.
3. Thermostat tidak bekerja; jika thermostat tidak bekerja atau tidak terbuka saat temperatur mesin tinggi, maka cairan pendingin tidak akan dialirkan ke mesin sehingga menyebabkan overheat.
4. Sensor temperatur mesin bermasalah; sensor yang bermasalah tidak akan membaca kondisi temperatur dengan benar. Kesalahan informasi dari sensor akan mempengaruhi kinerja mesin saat dihidupkan atau lampu indikator high temperature akan menyala tanpa sebab.
5. Pompa cairan pendingin bermasalah; pompa cairan yang tidak bekerja dengan normal tidak akan bisa memompa cairan pendingin ke dinding mesin untuk mendinginkan temperatur mesin meskipun cairan di dalam tangki reservoir dalam kondisi penuh.
Jika indikator temperatur menyala, pengendara disarankan melakukan beberapa hal ini sebagai penanganan yang tepat :
1. Matikan mesin dan biarkan temperatur mesin turun atau mendingin.
2. Setelah mesin dingin, periksa kondisi selang radiator guna untuk mencegah adanya kebocoran.
3. Periksa volume cairan pendingin di tangki reservoir, apakah masih dalam batas normal atau kurang. Jika kurang atau berada di bawah batas minimal, segera isi hingga batas yang dianjurkan.
4. Jika tidak ditemukan masalah pada selang radiator dan volume cairan pendingin, maka sepeda motor masih aman untuk digunakan.
5. Jika indikator temperatur masih menyala, segera bawa sepeda motor ke bengkel AHASS terdekat untuk penanganan yang tepat di tangan yang ahli.
“Jika temperatur mesin dibiarkan dalam kondisi melebihi suhu kerja ideal secara terus menerus, maka dapat menyebabkan komponen dinding silinder, piston, dan stang piston rusak sehingga perlu perbaikan secara menyeluruh. Oleh karena itu melakukan perawatan secara berkala merupakan hal yang harus dilakukan para pengendara sepeda motor. Pengecekan bisa dilakukan di bengkel resmi Honda atau AHASS terdekat” , tutup Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro.